Barru, Sulsel, Tabloid Informan 01 – Aktivitas truk tambang yang melintas di Jalan Ceppaga, Desa Bottolai, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, kini menuai banyak keluhan dari para pengguna jalan. Warga menilai truk pengangkut tanah tersebut tidak hanya berpotensi merusak jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara lain.
Menurut para pengguna jalan, kondisi jalan menjadi licin akibat tumpahan tanah yang terbawa oleh truk tambang. Hal ini membuat pengendara, terutama sepeda motor, harus ekstra berhati-hati agar tidak tergelincir.
Sejumlah warga mengaku sering menemukan permukaan jalan dipenuhi tanah basah yang terbawa dari bak truk saat melintas. “Kalau habis hujan, jalannya licin sekali. Motor bisa mudah terpeleset,” ujar salah satu pengendara yang melintas, Selasa, 9/12/2025.
Selain itu, warga juga mengeluhkan intensitas truk yang dinilai terlalu tinggi serta ukuran kendaraan yang besar, sehingga menambah risiko kecelakaan. Beberapa mengungkapkan bahwa jalan desa yang seharusnya digunakan masyarakat kini dipadati kendaraan tambang yang melintas hampir setiap hari.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat turun tangan untuk mengatur operasional truk tambang tersebut, baik melalui pembatasan jam operasional, pemasangan rambu peringatan, maupun penindakan terhadap kendaraan yang tidak mematuhi aturan keselamatan.
Hingga saat ini, keluhan warga masih berlanjut, sementara kondisi jalan Ceppaga terus menjadi perhatian karena dinilai semakin membahayakan bagi pengendara yang melintas.
Penulis : Muhammad Arfah
